Tampilkan postingan dengan label Renungan Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Rohani. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

Menerima Bukan Hanya Memberi


“Aku merasa letih menghadapi hidup ini. Aku letih menghadapi segala gejolak dan tentangan sekelilingku. Aku merasa tak bisa dipahami, ditolak dan dikucilkan saat aku ingin berlaku sebagai diriku sendiri. Saat aku ingin hidup dengan pemahamanku sendiri.” Demikian tulismu kepadaku. Kau bertutur tentang upaya-upayamu dalam bekerja, dalam mengatur masyarakat, dalam niat untuk memperbaiki kondisi keluarga dan lingkunganmu. Namun, upayamu itu sering terbentur pada pendapat orang lain, bahkan orang yang ingin kau ubah dan perbaiki nasibnya. “Maka kini aku merasa putus asa dan membiarkan segalanya berjalan apa adanya. Sebab hidup nampaknya memang harus begini. Yang rusak biarlah rusak. Yang hancur biarlah hancur. Terlalu rumit untuk bisa menyederhanakan kejadian yang seharusnya sederhana saja.....”

Aku membaca suratmu ini sambil memikirkan diriku sendiri. Sahabatku, hidup memang tidak mudah untuk dipahami. Aku pun pernah mengalami situasi yang amat menekan. Aku pernah jatuh dalam rasa frustrasi yang demikian dalam, sehingga nampaknya segala hal menjadi beku dan tak bisa lagi disembuhkan. Aku tak peduli pada hal-hal lain, kecuali diriku sendiri, penderitaanku, kemalanganku, ketidak-adilan yang kualami, ketidak-pahaman orang-orang lain terhadap pikiran dan perbuatanku. Ya, saat itu hidupku menjadi hari-hari yang teramat panjang dan malam-malam menjadi amat kelam dan pahit. Tak ada hal lain yang bisa kulakukan kecuali menyesali segala apa yang telah terjadi. Aku enggan dan tak sanggup lagi memikirkan hari esok. Tidak, saat itu aku tidak lagi memiliki hari esok. Aku tergantung di bumi dengan tidak berbuat apa-apa selain dari ketidak-pedulian dan penyesalan yang berkepanjangan.

Namun aku sadar bahwa, ada atau tidak ada kita, hidup akan tetap berlangsung. Rasa sakit hati, frustrasi dan sesal hanya akan menyesatkan dan merugikan diriku sendiri. Padahal, di luar diriku, ada banyak hal-hal indah dan menarik yang seharusnya dapat kunikmati. Di luar kesedihan dan rasa putus asaku, banyak peristiwa yang layak melibatkan diriku dengan segala upaya dan kemampuan yang kumiliki. Hidup ini memang rumit, namun tak serumit apa yang ada dalam pikiran kita. Pandanglah matahari senja. Pandanglah cahaya fajar yang mulai menyingsing. Dengarkanlah nyanyian burung di pagi hari dan eongan kucing di tengah malam. Dalam sunyi, selalu ada suara yang tak pernah merasa bosan untuk mengisinya.
Maka jika saat itu aku menyerah dan menerima saja apa yang telah dan sedang kualami, mungkin saat ini kita tak pernah bisa berkenalan. Ya, sahabat, hidup ini adalah suatu perjuangan yang memang tidak mudah. Tetapi, betapa pun sulitnya ia, hidup selalu memiliki harapan-harapan baru selama kita mau melihat dan menyadarinya. Bahwa kita tak sendirian di dunia luas ini. Bahwa tak hanya kita seorang yang mengalami rasa sedih, depresi, ditinggalkan dan tak dipahami oleh orang-orang sekeliling kita. Sebab itu, sesungguhnya ada banyak hal yang dapat kita lakukan bagi kehidupan ini. Jika kita ditolak di satu tempat, tinggalkan dan carilah tempat baru dimana kita mungkin bisa berguna dan hidup kembali. Jangan menyerah. Suatu saat, sebelum kita kehilangan sang waktu, kita mungkin akan merasa betapa waktu sehari dua peluh empat jam bahkan tak cukup untuk segala kegembiraan yang kita alami. Bangkit dan bergegaslah untuk melupakan segala keletihanmu. Sebab ada banyak hal indah yang menunggumu di dunia ini. Ada banyak hal yang indah, sahabatku. Ada banyak hal yang indah.

Hidup ini sebenarnya tidak serumit yang kita duga dulu. Kerumitan hanya ada dalam pemikiran dan perasaan kita. Dan saat terkurung dalam tubuh kita, segala kerumitan itu kian menggelembung sebagai magma yang suatu saat akan meluap dan menghancurkan kehidupan kita. Padahal, saat kita hancurkan hidup kita, yang paling akan merasakan segala nyeri dan perihnya, hanya kita sendiri. Sahabatku, saat ini kegelapan kau rasakan di sekelilingmu, mengunci hidupmu, dan mengucilkan dirimu. Sesungguhnya, dunia tak pernah bisa mengucilkan kita. Kitalah yang mengucilkan diri sendiri, karena kita merasa bahwa kita tak sanggup lagi untuk menerima apa-apa yang kita rasa tak sesuai dengan keinginan kita. Padahal, haruskah dunia berlaku sesuai dengan keinginan kita? Haruskah sekeliling kita mengikuti segala pemikiran kita? Haruskah dunia berubah demi apa yang kita pikirkan sebagai kebaikan bagi kita? Mengapa harus?

Demikianlah, saat aku membaca suratmu yang panjang itu, aku merasa betapa dekatnya engkau dengan suatu kesadaran baru mengenai kehidupan ini. Ya, aku bisa mengatakan bahwa engkau hampir-hampir telah mengenal dunia ini. Hanya saja, engkau belum keluar dari sangkar kepentinganmu. Engkau belum mencoba untuk mulai memikirkan cara pikir dunia. Engkau sekedar larut dalam cara berpikirmu sendiri. Selangkah saja kau mau maju, dengan mencoba untuk merasakan dan memikirkan apa yang dipikirkan oleh dunia, maka kau akan dan sanggup menerima dan menghadapi keletihanmu itu. Kau sanggup jika kau mau untuk berubah, dan tidak memaksakan perubahan. Kau mampu jika saja kau bisa menerima, dan tidak hanya ingin memberi terus menerus apa yang ingin kau berikan. Memberi memang bagus, namun memberi tanpa keinginan untuk menerima, tidak sesuai dengan hukum alamiah kehidupan ini, sahabatku. Maka mulailah berpikir untuk tidak hanya sanggup memberi, tetapi juga mampu untuk menerima. Itu saja jawabanku, sahabat, itu saja. Semoga Tuhan, Sang Pencipta, menyertaimu selalu.

Senin, 16 Januari 2012

Mencintai Orang Yang Spesial


Kidung Agung 7 : 12 Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!

Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih indah adalah menyayanginya tanpa mengharapkan sesuatu perasaan apapun darinya. Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, Satu jam untuk menyukai seseorang, Satu hari untuk mencintai seseorang, Tetapi membutuhkan seumur hidup untuk melupakan seseorang. Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat. Jadi ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut. Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran dan romantis dalam suatu hubungan dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Ketika pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka. Tetapi kadang-kadang kita menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka bagi kita.

Teman yang terbaik adalah teman dimana kamu dapat duduk bersamanya dan merasa terbuai dan tidak pernah mengatakan apa-apa dan kemudian berjalan bersama. Perasaan seperti itu adalah percakapan termanis yang pernah kamu rasakan. Benarkah bahwa kita tidak tahu apa yang kita dapatkan sampai kita kehilangan itu ?? Tetapi benar juga bahwa kita tidak tahu apa yang hilang sampai itu ada. Memberikan seseorang semua cintamu tidak pernah menjamin bahwa mereka akan mencintai kamu juga!!! Jangan
mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai itu tumbuh di dalam hati mereka, tetapi jika tidak, pastikan dia tumbuh di dalam hatimu.

Ada hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang dari mereka kamu ingin dengar. Tetapi jangan sampai kamu menjadi tuli walaupun kamu tidak mendengar dari seseorang yang mengatakan itu dari hatinya . Jangan pernah berkata selamat tinggal jika kamu masih ingin mencoba. Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju. Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai orang itu lagi bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang masih mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu.

Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang. Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena Sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum.

Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu dapat merindukan seseorang, kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar benar-memeluk dia. Mendekap dirinya dalam tiap tidur indahmu. Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang ingin kamu impikan. Pergilah kemana kamu ingin pergi. Jadilah sesuai dengan keinginan kamu, Karena kamu hanya hidup sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia.

Cukup cobaan untuk membuat kamu kuat Cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, Dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia. Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain. Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu. Mungkin itu menyakitkan orang itu juga.

Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, Kata-kata yang kasar bisa membuat celaka. Kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan. Kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri. Dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita. Dengan kata lain kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka.

Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik dari segala hal. Mereka hanya menghargai segala hal yang datang dalam hidup mereka. Kebahagiaan adalah bohong bagi mereka yang menangis, mereka yg terluka, mereka yang mencari, mereka yang mencoba. Mereka hanya bisa menghargai orang-orang yang penting yang telah menyentuh hidup mereka.

Cinta mulai dengan senyuman, dan berakhir dengan air mata...mungkin seperti itu... Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati. Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang disekeliling kamu tersenyum. Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika kamu meninggal, kamu satu satunya yang tersenyum dan semua orang di sekeliling kamu menangis...

Jumat, 06 Januari 2012

Memiliki Doa Yang Penuh Kuasa





“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yakobus 5:16

Sebagai umat Tuhan tentunya kita senantiasa menaikkan doa kepadaNya, entah itu doa untuk kebutuhan, perlindungan, kelepasan, permohonan, ucapan syukur, syafaat dan lain sebagainya. Tetapi seringkali terjadi bahwa kita sendiri kurang yakin apakah doa yang dinaikkan itu benar-benar membawa pengaruh dalam kehidupan kita.




Bahkan ada waktu-waktu tertentu kita malah meminta orang lain yang kita anggap lebih rohani dari kita, mungkin bapa rohani kita, gembala, ataupun pendeta, untuk berdoa bagi kita. Kita menganggap bahwa kalau mereka yang berdoa, pasti lebih “ampuh” dibanding kalau kita yang menaikkan doa tersebut. Sehingga pada akhirnya, pendeta-lah yang dianggap memiliki “kesaktian” dalam berdoa.

Tuhan memang memakai sebagian orang yang khusus dipanggil olehNya untuk melayani umatNya dalam pelayanan pekerjaan Tuhan seperti di gereja. Dan otoritas daripadaNya juga turun ke atas mereka. Dan bukan suatu kesalahan jika kita meminta dukungan doa dari mereka. Tetapi dalam hal berdoa, Tuhan tidak membatasi siapa saja yang dapat menaikkan doa yang memiliki kuasa dan benar-benar membawa pengaruh bagi kehidupan kita. Bahkan orang yang baru menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya-pun juga bisa memilki doa yang mempunyai kuasa.

Kalau begitu, bagaimana dapat memiliki doa yang penuh kuasa, supaya kita tidak lagi bergantung kepada orang lain untuk berdoa bagi diri kita sendiri?

1. Mengaku Dosa

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu” Yak 5:16a

Halangan yang paling utama bagi doa kita adalah dosa. Sebanyak apapun kita berdoa, namun jika masih ada dosa yang masih diperbuat, maka kita tidak akan memiliki doa yang berkuasa.

“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Yes 59:1-2

Akuilah dosa yang ada, bertobat dan datang pada Yesus. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia. Dia akan menghapuskan setiap dosa kita akui di hadapannya.

Jangan lakukan lagi dosa yang pernah diperbuat. Minta kekuatan bagi Tuhan supaya dapat hidup benar di hadapanNya.

2. Saling Mendoakan

“Dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.” Yak 5:16b
Ada kalanya bahwa ketika kita sendiri sedang dalam kondisi tidak sehat, tetapi Tuhan meminta kita untuk mendoakan orang sakit. Atau bahkan ketika kita sendiri sedang ada masalah, tetapi ada orang lain yang meminta untuk didoakan atas segala masalah yang mereka hadapi.

Ketika kita taat mengikuti perintah Tuhan, kita akan melihat pekerjaan Tuhan yang luar biasa. Kita akan melihat bahwa Tuhan sendiri yang akan membereskan masalah-masalah yang kita hadapi, ketika kita taat mengikuti perintahNya.

Doakanlah orang-orang yang membutuhkan dukungan doa, maka Tuhan akan memberikan apa yang kita ingini.

3. Yakin

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yak 5:16c

Keraguan dan kebimbangan identik dengan ketidakpercayaan. Kisah Petrus yang berjalan di atas air mencerminkan hal ini. Petrus tidak seratus persen percaya bahwa dia bisa berjalan di atas air, walaupun sempat sesaat berjalan di atas air.

Keraguan muncul dalam dirinya ketika dia melihat keadaan sebenarnya yang dia hadapi. Di saat keraguan itu muncul, di saat itulah dia mulai tenggelam.

“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” Yak 1:6

Yakinlah dengan apa yang didoakan, percaya sepenuhnya bahwa doa yang dinaikkan akan membawa pengaruh kepada kehidupan kita. Jangan bimbang dan jangan ragu.

“Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” ” Mar 9:23

Selasa, 03 Januari 2012

Membenci Dengan Baik


"Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai" (Pengkhotbah 3:8)

Ayat di atas mengungkapkan bahwa segala sesuatunya memiliki waktu tersendiri, begitu pun dengan membenci. Mungkin ketika membaca hal ini pertama kali, pikiran yang muncul adalah mengenai hukum kasih Allah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang menjadi pengikut Kristus selalu diidentikkan dengan yang namanya KASIH. Lima huruf ini adalah kata yang ampuh untuk "melemahkan" orang Kristiani. Dikatakan ‘melemahkan" karena terkadang orang Kristiani sepertinya tidak bisa melakukan perbuatan selain perbuatan kasih yang ada di dalam pikiran dunia ini.
Bagi sebagian orang kristiani, membenci adalah sebuah sifat yang tidak boleh ada di dalam diri manusia, karena sepertinya bertentangan dengan hukum kasih.
Namun, sadarkah kita bahwa membenci adalah sifat yang perlu seorang Kristiani miliki. Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari membenci dan memberikan tuntunan bagaimana seharusnya membenci dan apa yang harus kita benci.

Anda harus percaya bahwa apa yang tertulis di dalam Alkitab adalah benar adanya dan merupakan perkataan dan perasaan Allah dan ditulis oleh penulisnya dengan diilhami oleh Roh Kudus. Jadi, Penulis kitab Pengkhotbah pastilah benar saat menuliskan bahwa memang ada waktu untuk membenci.

Dalam Amsal 6:16-19 tertulis "Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.." Dari ayat ini tergambar bahwa TUHAN pun memiliki kebencian. Jadi, tidaklah mungkin orang mengasihi TUHAN, tetapi tidak memiliki kebencian.

Bagaimana membenci dengan baik? Membenci dengan baik adalah membenci apa yang Tuhan benci. Ada beberapa ayat di dalam Alkitab yang mengatakan mengenai apa-apa saja yang dibenci Tuhan. Selain Amsal 6:16-19, penulis kitab Yesaya pun menuliskan mengenai apa yang Tuhan benci.
Di dalam Yesaya 61:8 menuliskan, "Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu."

Setiap orang dapat dikenali dari apa yang dia benci. Ketika kita mendengar seseorang mengenai apa yang dia benci, kita dapat mengetahui seperti apa dirinya dan arah hidupnya. Dalam menerapkan membenci dengan baik, ada hal yang harus anda ingat, ‘Bersikap keraslah terhadap hal yang dibenci tersebut, tetapi bersikap lembut kepada pribadinya,'(Go hard on the issue, but soft on the person).

Ketika kita mengaku sebagai orang-orang yang takut akan TUHAN, secara otomatis kita pun harus membenci apa yang TUHAN benci. Ketika kita memiliki kebencian terhadap apa yang kita benci, maka kebencian kita inilah yang melindungi nilai-nilai kita.Amin

Kamis, 29 Desember 2011

Memandang Keluar


Tidak mudah mengarahkan pandangan ke luar, kalau orang terpaksa melewati hari-harinya dalam batasan empat tembok selama puluhan tahun. Malah seseorang akan cenderung memusatkan pandangan pada kepentingannya sendiri dan kasihan pada dirinya sendiri.

Cerita tentang Dr. John D. Rockfeller menjadi dorongan bagi saya, untuk selalu memikirkan kepentingan orang lain. Pada usia 34 tahun orang termashyur ini sudah dapat menghasilkan satu juta dolar pertamanya.

Pada usia 43 tahun, dia mengendalikan perusahaan terbesar di dunia. Dan pada usia 53 tahun, dia menjadi orang terkaya di dunia. Namun dia mengeluh, bahwa yang ia inginkan adalah “menjadi orang yang dikasihi.” Para ahli ilmu jiwa berkata, bahwa tanpa kasih, seseorang akan kehilangan gairah hidupnya.
Selama hidupnya Rockfeller terlalu keras bekerja. Karena itu dia kehilangan kesehatan dan kesegaran. Dia menderita penyakit yang menyebabkan semua rambut, alis dan bulu matanya rontok. Pencernaannya sangat lemah, dan karena itu “orang yang dapat membeli apapun di dunia ini”, hanya boleh makan biskuit dan minum susu. Dan pada suatu waktu, ia terpaksa menggaji beberapa pengawal pribadi untuk menjaga keselamatannya siang dan malam, terhadap orang-orang yang jatuh miskin karena digilas usaha dagangnya.

Saat usianya 53 tahun orang-orang memperkirakan, bahwa dia tidak akan dapat hidup satu tahun lagi. Surat-surat kabar sudah mempersiapkan artikel kematiannya untuk diterbitkan. Pada malam-malam yang sepi, Rockfeller sering merenungkan kematian. Pada saat itulah dia benar-benar menyadari kenyataan, bahwa tidak satu senpun dari kekayaan duniawinya dapat dia bawa ke dunia lain itu. Karena itu dia putuskan tidak akan menimbun harta lagi, dan akan menggunakan kekayaannya untuk kebaikan sesama. Dengan tekad itulah dia mendirikan Yayasan Rockfeller yang sangat masyhur itu. Beberapa universitas, rumah sakit, badan agama, dan usaha sosial untuk kesejahteraan masyarakat terbelakang dan miskin, telah memperoleh jutaan dolar bantuan dari lembaga ini.

Setelah Rockfeller mengarahkan pandangannya ke luar – terhadap kebutuhan orang lain – terjadilah mujizat pada dirinya. Dia bisa tidur nyenyak, makan normal, dan menikmati hidupnya. Maka daripada menutup hidup pada usia 53 tahun, Rockfeller memulai hidup baru pada usia 53 tahun dan mengakhirinya pada usia 89 tahun.

Setelah melalui hidup yang keras, sakit dan kepahitan selama 50 tahun lebih, Rockfeller menemukan rahasia kebahagiaan hidup. Memang sangat menyedihkan, bahwa tidak sejak semula dia mendengarkan peringatan Allah dalam Firman tentang harta dunia.

Marilah kita membuka hati kita untuk melihat keluar, begitu banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita, begitu banyak orang yang tidak seberuntung kita, jangan hanya terpaku bagaimana mengumpul harta semata-mata. Karena ketika kita menyadarinya kita akan menyesal nanti, dan roda kehidupan tidak akan kembali ke masa yang silam.

Hidup hanya sekali, nikmatilah hidup ini dengan memperkaya harta batiniah kita, mari kita berlomba-lomba mengumpulkan harta di surga karena ngengat dan karat tidak akan merusakkannya. amin

“Akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.” (1 Timotius 6 : 10-11)

Senin, 19 Desember 2011

Kisah Menarik Di Malam Natal


Lukas 2:14 - "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Efesus 2:17-18 - Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

Pada tahun 1914 ada sebuah kisah menarik yang terjadi di malam Natal. Saat itu terjadi peperangan antara Inggris, Jerman dan Perancis. Di malam Natal seperti itu, pastilah para prajurit ingin berada di rumah, berkumpul dengan keluarga, menyiapkan kado-kado, bernyanyi dan menikmati sukacita serta hidangan yang enak. Tapi kali ini mereka berada jauh dari rumah, jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai. Salju yang turun menambah dinginnya udara malam dan dinginnya hati mereka. Perut lapar, pakaian yang basah, dinginnya udara dan tempat tinggal yang becek serta ketidaknyamanan suasana perang merupakan satu harmoni yang semakin menghilangkan semangat untuk mengangkat senjata. Ada satu kerinduan untuk duduk bersama keluarga didepan perapian sambil mengunyah kue-kue yang lezat.

Seorang prajurit yang tertembak merintih menahan sakit, sementara yang lain menggigil kedinginan. Pimpinan mereka pun malam itu tidak seperti biasanya. Ia kelihatan sangat bersedih, menangis teringat akan anak dan isterinya. Entah kapan mereka akan pulang dan berada ditengah orang-orang yang mereka kasihi. Mereka semua diam membisu selama beberapa jam, tetapi tiba-tiba nampak cahaya kecil yang bergerak-gerak dari arah pasukan Jerman. Ternyata ada prajurit Jerman yang membuat pohon Natal kecil dan mengangkatnya keatas agar kelihatan. Ia melakukan itu sambil mengalunkan lagu "Stille Nacht, Heilige Nacht" atau lagu "Malam Kudus". Alunan lembut lagu itu membuat hati para prajurit pilu karena mereka teringat suasana Natal ditengah-tengah keluarga. Prajurit Jerman yang menyanyikan lagu itu ternyata adalah seorang penyanyi tenor opera terkenal sebelum dikirim ke medan perang. Sambil menyanyi, prajurit itu berdiri dari tempat persembunyiannnya sehingga musuh dapat melihatnya. Ia ingin menyampaikan makna Natal yang sesungguhnya, yaitu berbagi kasih dan damai. Prajurit tersebut bersedia mengorbankan nyawanya, ia bersedia ditembak oleh musuh karena mereka pasti bisa melihatnya dengan jelas. Tetapi, apakah yang terjadi?

Satu per satu dari masing-masing pasukan keluar dari persembunyian dan ikut menyanyi. Mereka berkumpul bersama dan air mata tidak tertahankan. Seorang prajurit Inggris musuh bebuyutan Jerman malah mengiringi nyanyian tersebut dengan sebuah alat musik tiup yang dibawanya. Tidak ada lagi lawan, tidak ada peperangan, tidak ada benci, yang ada hanya kedamaian didalam kebersamaan. Mereka semua bersama-sama menyanyi dalam bahasa mereka masing-masing, dilanjutkan lagi dengan lagu "Hai Mari Berhimpun". Mereka yang tadinya adalah musuh yang berusaha saling membunuh, kini merasakan aliran damai Natal. Mereka bersama-sama menyembah dan bersyukur atas kelahiran Juruselamat.

Saat ini, jika masih ada luka, kekecewaan, dan kebencian terhadap seseorang, biarkan kuasa Yesus Sang Juruselamat menyembuhkan serta menggantinya dengan damaiNya!

DOA: Ya Tuhan Yesus, pulihkanlah hatiku dari segala luka, kekecewaan dan kebencian. Penuhilah hatiku dengan damaiMu dan jadikan aku baru. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Kata-kata bijak: Kelahiran Yesus mengubah kebencian menjadi kasih!

Kamis, 08 Desember 2011

Masih Ada Harapan


Di Brooklyn, New York, Cush adalah sebuah sekolah luar biasa bagi anak-anak cacat. Beberapa anak tetap tinggal di Cush selama masa sekolahnya. Sedangkan yang lain diperbolehkan melanjutkan ke sekolah biasa.

Pada suatu malam pengumpulan dana, salah seorang ayah yang anaknya bersekolah di Cush memberikan pidato yang tak terlupakan oleh para hadirin.

Setelah memuji sekolah dan para staff yang telah menunjukkan dedikasinya yang tinggi, ia menangis, "Dimanakah kesempurnaan diri anak saya, Shay ? Bukankah semua yang Tuhan ciptakan adalah sempurna ? Tetapi mengapa anak saya tidak bisa mengerti sebagaimana anak-anak lain ? Mengapa anak saya tidak bisa mengingat angka dan gambar sebagaimana anak-anak lain ? Dimanakah kesempurnaan Tuhan ?"

Para hadirin amat terkejut, tersentuh dengan kesedihan si ayah dan terdiam oleh pertanyaan itu."Saya percaya," jawab si ayah, "bahwa ketika Tuhan melahirkan seorang anak seperti anak saya ke dunia ini, kesempurnaan yang dicarinya terletak pada bagaimana perlakuan orang-orang lain terhadap anak itu".Kemudian ia menceritakan kisah berikut ini mengenai anaknya, Shay.

Suatu sore, Shay dan ayahnya berjalan-jalan melintasi taman dimana beberapa anak lelaki yang Shay kenal sedang bermain Baseball. Shay memohon pada ayahnya, "Yah, menurut ayah, apakah mereka membolehkan saya ikut bermain ?"

Ayah Shay mengerti bahwa anaknya tidak memiliki kemampuan atletik dan pasti semua anak lelaki takkan mengijinkan bermain dalam tim mereka. Tetapi, ayah Shay mengerti juga bahwa jika anaknya bisa ikut bermain maka Shay akan merasakan kebahagiaan bisa turut memiliki. Kemudian, ayah Shay mendekati seorang anak lelaki yang ada di lapangan itu dan bertanya kalau-kalau Shay boleh ikut bermain. Anak lelaki itu melihat ke sekeliling meminta pertimbangan dari rekan-rekan lainnya. Karena tak ada yang memberikan pertimbangan, ia memutuskan sendiri dan katanya, "Kami sedang kalah enam angka, sedangkan pertandingan ini berlangsung sembilan inning. Saya pikir anak anda bisa bergabung dalam tim. Kami akan menempatkannya sebagai pemukul di inning ke sembilan."

Ayah Shay amat senang. Shay pun tersenyum lebar. Shay diminta untuk mengena kan sarung tangan dan menunggu di barisan tunggu luar lapangan. Di akhir inning ke delapan, tim Shay memperoleh beberapa angka tetapi tetap tertinggal tiga angka dari tim lawan. Kemudian di inning ke sembilan mereka memperoleh angka lagi. Dua orang berhasil berdiri di base dan siap-siap untuk memperoleh kemenangan angka. Kini tiba giliran Shay memukul. Apakah tim Shay akan benar-benar memasukkan Shay sebagai pemukul berikutnya dan mengambil resiko untuk kemenangan mereka yang sudah berada di dalam genggaman ?

Amat mengejutkan, Shay diijinkan untuk memukul. Semua orang tahu bahwa hal itu hampir-hampir mustahil karena Shay sama sekali tidak tahu bagaimana memegang tongkat pemukul baseball. Bagaimana pun Shay maju ke papan pemukul, pitcher bergerak beberapa langkah dan melemparkan bola itu perlahan ke arah Shay sehingga memungkinkan Shay untuk menyentuh bola itu.

Lemparan pertama dilakukan. Shay memukul tanpa arah dan gagal. Salah seorang teman Shay mendekati dan bersama-sama mereka memegang pemukul itu dan menghadapi sang pitcher yang sudah bersiap-siap untuk melemparkan bola kedua.Sekali lagi si pitcher maju beberapa langkah dan melemparkan bola itu dengan perlahan sekali ke arah Shay.

Ketika bola dilemparkan, Shay dan rekannya yang membantu memegangi tongkat pemukul itu akhirnya bisa memukul bola itu perlahan sekali ke arah pitcher.Sang pitcher menangkap bola yang menggelinding di tanah dengan perlahan. Iaharus melemparkan bola itu ke penjaga di base pertama. Dengan demikian Shay bisa saja gagal mencapai base pertama, keluar dari pertandingan dan timnya pasti menderita kekalahan.

Tapi apa yang terjadi ? Si Pitcher melemparkan bola itu ke kanan jauh ke atas melewati kepala penjaga base pertama sehingga tak terjangkau. Semua orang lalu berteriak-teriak, "Shay, ayo lari ke base pertama. Lari ke base pertama".Belum pernah selama hidupnya Shay lari ke base pertama. Ia tergesa-gesa lari ke base pertama, bola matanya berbinar-binar. Ketika ia tiba di base pertama, penjaga base di sebelah kanan memungut bola. Ia bisa saja melemparkan bola itu ke penjaga base kedua yang akan mengalahkan Shay, tetapi ia melempar bola itu jauh ke atas kepala sehingga tak tertangkap oleh penjaga base kedua.

Lalu semua orang berteriak, "Shay, ayo lari ke base kedua, ayo lari ke base kedua." Shay lari ke base kedua. Begitu itu tiba di base kedua, penjaga tim lawan melempar bola jauh ke atas sehingga tak terjangkau oleh penjaga base ke tiga. Lalu mereka semua berteriak agar Shay lari ke base ketiga. Ketika Shay menyentuh base ketiga, semua anak di kedua tim yang sedang saling berlawanan itu berteriak, "Ayo Shay, lari sampai akhir base. Lari sampai akhir base !" Maka Shay pun berlari sampai ke akhir base, menginjak papan base terakhir. Serentak ke delapan belas anak yang sedang bermain itu memeluk dan mengangkat Shay di atas pundak dan membuatnya seperti pahlawan kemenangan untuk timnya.


"Pada hari itu," kata ayah Shay dengan lembut, mata yang berkaca-kaca kini tak tahan meneteskan air mata, "kedelapan belas anak lelaki itu telah menemukan kesempurnaan Tuhan".

Jumat, 25 November 2011

Kuasa Dari Puji-Pujian


“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua” Kisah Para Rasul 16 : 25-26

Dalam perjalanan misinya di kota Filipi, Roma, Rasul Paulus dan Silas dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka. Bahkan sebelumnya Paulus dan Silas dikenakan hukuman dera. Tetapi hal ini tidak membuat mereka berkecil hati. Mereka tidak kecewa ataupun putus asa dengan keadaan yang menimpa mereka. Justru iman mereka semakin dikuatkan melalui keadaan ini. Mereka tahu bahwa segala sesuatu pasti terjadi seturut dengan kehendak Tuhan.

Masalah dan pencobaan boleh datang, tetapi sebagai umatNya kita harus belajar seperti Paulus dan Silas. Dalam keadaan senang ataupun susah, bahkan dalam keadaan yang paling buruk sekalipun, kita harus tetap dapat mengucap syukur kepada Tuhan. “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” Efesus 5 : 20. Jangan mengeluarkan keluhan ataupun sungut-sungut di hadapan Tuhan.

Paulus dan Silas berdoa dan menaikkan puji-pujian kepada Tuhan. Mereka bernyanyi dengan semangat dan suara yang keras sehingga orang-orang lainnya yang berada dalam penjara juga ikut mendengarnya. Paulus dan Silas benar-benar mengerti bahwa ada kuasa dalam puji-pujian. “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel” Mazmur 22 : 4. Mereka mengerti bahwa ketika mereka menaikkan puji-pujian, maka kuasa Allah turun atas mereka. Kuasa Allah tercurah atas mereka dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan semua sendi-sendi penjara dan belenggu terlepas.

Pada saat masalah datang, naikkanlah puji-pujian kepada Allah. Dengan begitu kita membiarkan kuasaNya bekerja dalam kehidupan kita. Kuasa Allah akan melepaskan kita dari segala “penjara” yang mengurung kita atau “belenggu” yang mengikat kita. Penjara / belenggu berbicara mengenai suatu keadaan / kondisi yang begitu menghalangi kita untuk dapat bergerak bebas atau melangkah maju. Biarkan kuasa Allah turun untuk membebaskan hidup kita. Dia sanggup membuka jalan bagi setiap masalah dan problema kita.

Lewat kejadian yang dialami Paulus dan Silas itu, mereka dapat memenangkan kepala penjara dan seisi rumahnya. Tentunya hal ini bukan kebetulan. Tuhan mengijinkan Paulus dan Silas dipenjara untuk maksud tertentu, yaitu memenangkan jiwa-jiwa lebih banyak lagi bagi kemuliaan Tuhan.

Setiap masalah yang kita hadapi selalu membawa kita kepada berkat Tuhan yang berkelimpahan, jika kita bisa melaluinya. Jangan pernah menyerah pada saat-saat kesukaran. Terus pandang Yesus, dan naikkan puji-pujian bagiNya. Jangan melihat keadaan sekeliling yang sepertinya tidak mungkin ada jalan keluar. Kuasa Allah tiada batasnya, Dia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, itu semuanya menjadi mungkin di hadapan Allah. “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” Lukas 1:37

Selasa, 15 November 2011

Makna Kehidupan


Tuhan yang Maha Baik memberi kita ikan,
tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat,
mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.

Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang juga memiliki suka-duka.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah
hati seorang wanita.

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga kita.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar
meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan
kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Kamu tak bisa mengubah masa lalu….
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu ….
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan
dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

Sabtu, 12 November 2011

Love You Mom


Ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring waktu yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.

Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.
Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan airmata yang keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya.

Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya dan yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah didunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.
Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu.

With Love to All Mother

Sabtu, 05 November 2011

Kisah Penata Batu


Pada suatu ketika hiduplah seorang penatah batu. Setiap hari ia pergi ke gunung untuk menatah batu. Selagi bekerja, ia bersenandung. Meskipun ia adalah orang miskin, ia tidak menginginkan lebih dari pada yang ia miliki, sehingga ia tidak merisaukan dunia.

Suatu hari ia dipanggil untuk bekerja di rumah seorang bangsawan. Ketika melihat keindahan rumah sang bangsawan, untuk pertama kali dalam hidupnya ia mengalami rasa sakit yang timbul dari suatu keinginan. Ia berkata sambil menghela nafas panjang, "Seandainya saja saya kaya, tidak harus bekerja mencari nafkah dengan bercucuran keringat seperti sekarang ini."

Bayangkan, betapa ia keheranan ketika mendengar suara, "Keinginanmu dikabulkan. Mulai sekarang keinginan apapun yang kaupunyai akan dikabulkan." Ia tidak tahu arti kata-kata itu sampai ia pulang ke pondoknya pada sore hari, ia mendapati rumah besar yang indah seperti yang diidamkannya. Ia berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang batu dan menikmati hidup sebagai orang kaya.

Suatu hari, ia melihat Raja lewat, diiringi pengawal dan budak-budak serta dayang-dayang. Ia berpikir, "Saya ingin menjadi Raja, duduk dalam kereta kerajaan yang megah." Keinginannya segera terkabul, ia dengan segera duduk dalam kereta kerajaan yang megah, dengan pengawal-pengawal dan dayang-dayang, tetapi cuaca hari itu sangat panas. Ia melihat keluar dan kagum akan kekuatan matahari yang memancarkan panasnya ke bumi. "Saya ingin menjadi matahari," katanya. Sekali lagi keinginannya dikabulkan. Ia menjadi matahari yang memancarkan panas ke jagat raya.

Pada musim hujan, sang matahari berusaha untuk menerobos segumpal awan tapi tidak berhasil. Maka ia mengubah diri menjadi awan dan berjaya dalam kekuatannya mampu menahan panas matahari, sampai ia menjadi hujan dan berjumpa dengan karang yang tegar.

"Apa ini? Karang lebih kuat dari saya? Kalau begitu saya ingin menjadi karang."

Demikianlah terjadi, ia berdiri tegak menjulang di lereng gunung, tetapi kemudian ia mendengar suara memecah yang aneh di bawahnya. Ia melihat dengan kecewa karena ia melihat manusia bekerja menatah bongkahan batu darinya.

Akhirnya ia kembali menjadi seorang manusia, penatah batu kembali, dengan hati penuh senandung karena ia merasa bahagia dengan apa ia miliki.

Minggu, 30 Oktober 2011

Lubang Di Depanku


Suatu hari aku berjalan di suatu jalan
aku tahu bahwa jalan yang aku tempuh adalah jalan yang menuju ke sebuah lubang
aku tahu bahwa lubang itu akan menjebakku
aku tahu segala resiko itu

Namun apa daya keinginanku untuk tetap berjalan di jalan itu lebih besar
sehingga akhirnya aku memutuskan untuk tetap berjalan ke sana

Apa yang membuat aku tetap berjalan ke sana
walaupun aku tahu aku akan jatuh ke lubang itu suatu saat?

Itu karena aku menikmati perjalanan selama ke sana
selama perjalanan itu sering kali ada orang yang berada di sampingku
orang itu adalah pemilik jalan dan lubang itu
aku menikmati kebersamaan dan kenyamanan bersama si pemilik jalan itu

Akhirnya lubang itu pun sampai tepat di depanku
terlambat sudah dan aku pun masuk ke dalam lubang tersebut
sebenarnya lubang ini pun tidak terlalu dalam
dan asal aku mau, aku bisa mendakinya
tapi sayang, aku ini tetap memutuskan untuk berada dalam lubang itu
karena apa???
karena sewaktu-waktu sang pemilik jalan tadi datang berkunjung ke lubang tersebut
dan berbincang-bincang dengan aku

Hari-hari berlalu dan aku tetap berada di lubang tersebut
seringkali kesepian mengisi hari-hariku
karena selain sang pemilik jalan, aku tidak bertemu dengan orang-orang lain
banyak hal di dunia luar yang aku tinggalkan
karena aku memilih kenyamanan berada di lubang tersebut

Maka aku pun mulai menangis dan menangis
kemudian aku pun berpikir tentang banyak hal
dan akhirnya aku menemukan 2 jalan

Pertama :
Tetap tinggal dalam lubang itu
dan menunggu sang pemilik jalan datang berkunjung
dan menikmati kenyamanan di sana
dan saat kesepian hanya bisa merenung dan menangis

Atau

Kedua :
Berusaha keluar dari lubang itu
keluar dari zona kenyamananku
berani mengambil resiko
dan berusaha mencari tempat tinggal baru
tempat di mana aku dapat mengembangkan diriku
dan bisa jadi berkat buat orang-orang di sekitarku

Banyak orang memilih tetap berada di lubang itu
bagaimana dengan Anda??

Rabu, 26 Oktober 2011

Letter From Jesus


I just had to write to tell you how much I love you and care for you.

Yesterday, I saw you walking and laughing with your friends; I hoped that soon you'd want Me to walk along with you, too. So, I painted you a sunset to close your day and whispered a cool breeze to refresh you. I waited; you never called. I just kept on loving you.

As I watched you fall asleep last night, I wanted so much to touch you. I spilled moonlight onto your face trickling down your cheeks as so many tears have. You didn't even think of me; I wanted so much to comfort you.

The next day I exploded a brilliant sunrise into a glorious morning for you. But you woke up late and rushed off to work-you didn't evennotice.

My sky became cloudy and My tears were the rain.

I love you! Oh, if you'd only listen. I really love you! I try to say it in the quiet of the green meadow and in the blue sky. The wind whispers My love throughout the treetops and spills it into the vibrant colors of the flowers.

I shout it to you in the thunder of the great waterfalls and composed love songs for birds to sing for you. I warm you with the clothing of My sunshine and perfume the air with nature's sweet scent.

My love for you is deeper than the ocean and greaterthan any need in your heart. If you'd only realize how I care. I died just for you. My Dad sends His love. I want you to meet Him. He cares, too. Fathers are just that way.

So please call Me soon. No matter how long it takes, I'll wait because I love you.


Your Friend,
Jesus

Senin, 24 Oktober 2011

Lepas Dari Rasa Kesepian


"Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat."(Yesaya 55: 1-2)

Setiap manusia pasti pernah mengalami kesepian. Entah dia mempunyai kepribadian yang supel atau riang sekali pun pasti ia pernah mengalami rasa kesepian. Bahkan Tuhan Yesus pun dalam masa akhir tugasnya di bumi sempat merasakan kesepian yang mendalam ketika Dia menanggung dosa manusia di atas kayu salib.

Banyak dari kita yang menyangka bahwa kesepian adalah sama dengan kesunyian, perasaan sendiri atau merana. Namun, sebenarnya kesepian adalah suatu perasaan terasing dan terisolasi, ketika seseorang merasa tidak diinginkan, tidak dibutuhkan, dan tidak penting.
Seperti yang digambarkan dalam sebuah komik, seolah-olah dengan suka rela Anda mau menjadi sebuah polisi tidur! Tidak peduli berapa banyaknya orang yang kesepian tersenyum atau memberi tahu Anda bahwa mereka merasa baik-baik saja, tetapi dalam hatinya mereka terluka.

Orang-orang kesepian sama seperti orang-orang kurang sehat. Mereka menjauh apabila berhadapan dengan orang-orang yang menikmati hidup. Mereka merasa tidak nyaman berada di lingkungan yang begitu ramai dan memperlihatkan hal-hal yang bertolak belakang dengan apa yang menjadi keadaan mereka.

Banyak orang yang memberi makan jiwa mereka dengan hal-hal yang kurang berarti. Mereka menghabiskan uang untuk sesuatu yang bukan roti dan bersusah payah untuk sesuatu yang tidak memuaskan. Tuhan menawarkan mereka sesuatu yang berharga, sesuatu yang memuaskan dan menyuburkan jiwa, dan ia menawarkannya "tanpa uang pembeli dan bayaran" (Yesaya 55:1). Itu adalah kasih karunia Tuhan yang begitu besar dan tidak terbatas.

Orang-orang masa kini berpendapat bahwa jika seseorang memiliki pekerjaan, uang, dan makanan, maka orang tersebut akan dipuaskan. Akan tetapi, Yesaya mengatakan, "Kamu membelanjakan uangmu, tetapi kamu tidak membeli roti. Kamu bekerja keras, tetapi pekerjaanmu tidak membuatmu puas. Ya, kamu memberi makan tubuh dan kantongmu, tetapi jiwamu sedang kelaparan dan kekurangan. Kamu sedang menggantungkan pada hal-hal yang kurang berarti!"

Kesepian adalah kekurangan gizi pada jiwa akibat hidup dengan hal-hal yang tidak berarti. Namun, yang menyedihkan ketika Tuhan menawarkan sesuatu yang lebih bagus, orang-orang kesepian ini memilih yang lainnya. Mereka puas dengan hiburan saat Tuhan menawarkan sukacita kepada mereka. mereka puas dengan minum obat tidur saat Tuhan menawarkan kedamaian pada mereka. mereka puas dengan memainkan peranan di dalam masyarakat saat Tuhan ingin menjadikan mereka sebagai anak-anakNya yang unik.

Penyebab Kesepian

Setidaknya ada penyebab pokok mengapa seseorang hari-hari ini menjadi begitu kesepian? Pertama adalah Penyebab Sosial. Mobilitas kehidupan modern menyebabkan banyak orang tidak bertumbuh dengan baik dalam hal kerohanian. Mereka memiliki banyak kenalan, tetapi jarang memiliki persahabatan yang dalam dan tahan lama.

Mengapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah karena adanya persaingan hidup. Suka atau tidak suka, manusia saat ini begitu sibuk mencapai dan menomorsatukan kesuksesan. Kompetisi hidup tersebut mendorong orang lain menjauhi orang lainnya, bukannya menarik mereka mendekati orang tersebut.

Sebagian orang merasa kesepian karena takut bahaya yang sesungguhnya muncul baik di kota besar maupun kota kecil. Orang-orang yang sudah lanjut usia takut diserang penyakit. Orang-orang yang tinggal di perumahan memasang kunci dobel bahkan tripel di pintu mereka. Mereka takut berbicara dengan orang asing, dan dalam hal ini mereka tidak dapat disalahkan. Selain kedua hal yang disebutkan tadi, masih ada berbagai penyebab sosial dari kesepian tetapi kedua hal yang dibahas tadi bisa melukiskan bagaimana kehidupan sosial menjadi penyebab dari kesepian.

Penyebab kedua adalah Penyebab Psikologis. Harus diakui interaksi antar manusia membawa dampak yang kurang baik juga terhadap individu yang berinteraksi tersebut. Penolakan, diremehkan orang lain, perasaan bersalah adalah tiga dari banyak hal penyebab psikologis yang dapat menjadikan seseorang begitu kesepian.

Hal-hal psikologis seorang yang kesepian adalah hal-hal yang tersulit untuk disembuhkan atau dipulihkan dari orang itu. Karena itu biasanya agar orang bisa terlepas total dari perasaan kesepiannya, penyebab psikologis ini haruslah ditanggulangi.

Penyebab terakhir dari kesepian adalah penyebab rohani. Kehidupan seseorang di dunia ini hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan rohani yang ia jalani. Sebagai orang percaya, kita mengerti bahwa hubungan Anda dengan Tuhan akan sangat mempengaruhi hubungan kita dengan orang-orang di sekeliling kita. Ketika kita meninggalkan Tuhan, dengan sengaja, sebenarnya kita membuka jalan masuk bagi kesepian.

Obat bagi Kesepian

Adakah obat bagi kesepian? Ada. Kita tidak dapat dengan mudah mengubah masyarakat dan memaksa orang lain untuk berubah. Harus diri kita yang dahulu berubah, yakni dengan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Ia dapat memperbaiki hubungan yang hancur dengan Tuhan, diri kita sendiri, ciptaan lainnya dan dengan orang lain. Hanya Yesus Kristus yang mampu membersihkan kita dari rasa bersalah akibat dosa dan membersihkan kita dari rasa bersalah akibat dosa dan memberi kita masa depan yang menyenangkan.

Yesus Krisus adalah satu-satunya yang dapat memberi Anda hidup kekal dan berkelimpahan. Itulah sebabnya ia datang dan hidup di dunia, mati dan hari ini hidup sebagai Juru Selamat, Tuhan, dan sahabat Anda. Dia lah obat kesepian yang harus Anda "minum" saat ini.

Apakah Anda kesepian saat ini? Apakah Anda sudah mencoba berbagai macam cara, kecuali 1 yaitu berdoa dan menyerahkan kekosongan Anda kepada Tuhan?

Rabu, 19 Oktober 2011

Kupu-Kupu


Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja.

Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit.

Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke Gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat.

Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari. Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yang setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya.

Tuhan bertanya kepadanya, "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?".

Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab, "Ya".

Tuhan berkata, "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?".

Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab "saya bersedia!".

Hari telah terang. Si wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.

Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.

Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya.

Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.

Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama ditinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorg wanita cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala. Sang kupu-kupu sangat sedih.

Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorg wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu.

Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini. Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan wanita itu. Dalam kapel kecil telah dipenuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan.

Ia mendengarkan sang kekasih yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan, "Saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.

Dengan pedih hati Tuhan menarik napas, "Apakah kamu menyesal?".

Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya, "Tidak".

Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan, "Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya, "Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu seumur hidup".

ADA BEBERAPA KEHILANGAN MERUPAKAN TAKDIR. ADA BEBERAPA PERTEMUAN ADALAH YANG TIDAK AKAN BERAKHIR SELAMANYA. MENCINTAI SESEORANG TIDAK MESTI HARUS MEMILIKI, NAMUN MEMILIKI SESEORANG MAKA HARUS BAIK-BAIK MENCINTAINYA

Senin, 10 Oktober 2011

KETIKA SESEORANG MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI ANDA


Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah. Roma 4:20

Saat Anda memberkati orang lain, Anda tidak pernah kehilangan. Bahkan jika seseorang mengambil keuntungan dari sifat baik Anda, Tuhan tidak akan mengizinkan kemurahan hati Anda berlalu tanpa pahala. Misalnya, saat Tuhan memberitahukan Abraham untuk mengumpulkan keluarganya dan menuju suatu negeri yang lebih baik, Abraham membawa seluruh hewan peliharaan, ternak, keluarga, dan bahkan anggota keluarga besarnya. Mereka berjalan selama berbulan-bulan dan akhirnya sampai ke negeri baru mereka. Setelah tinggal di sana beberapa lama, mereka menyadari bahwa bagian negeri di mana mereka tinggal itu tidak sanggup menopang mereka dengan cukup makanan dan air bagi semua orang dan hewan peliharaan serta ternak mereka.

Abraham berkata kepada keponakannya Lot, "Kita perlu berpisah." Ia berkata, "Engkau memilih bagian mana saja dari negeri ini yang engkau ingin miliki, dan aku akan mengambil yang tersisa." Perhatikanlah bagaimana baiknya Abraham kepada keponakannya.
Lot memandang sekeliling dan melihat sebuah lembah yang indah dengan padang rumput yang hijau lebat dan perbukitan serta danau-danau. Ia berkata, "Abraham, itulah tempat yang aku inginkan. Itulah tempat bagian keluargaku akan tinggal." Abraham berkata, "Baiklah; pergilah dan kiranya engkau diberkati." Abraham bisa saja berkata, "Lot, engkau tidak akan mendapatkan tanah itu. Akulah yang telah memimpin perjalanan ini. Tuhan berbicara kepadaku, bukan kepadamu. Akulah yang seharusnya mendapatkan pilihan pertama." Abraham tidak melakukan itu. Ia mengetahui bahwa Tuhan akan membalaskan kebaikannya.

Tetapi saya yakin setelah Abraham menyadari apa yang tersisa baginya, ia kecewa juga. Bagiannya adalah tanah terasing yang kering dan tandus. Pikirkanlah itu; Abraham telah menempuh perjalanan yang jauh. Ia telah berusaha keras dalam pencarian suatu kehidupan yang lebih baik untuk anggota keluarganya. Sekarang, karena kemurahan dan kebaikan hatinya, ia dibuang untuk tinggal di bagian kumuh negeri itu. Saya yakin ia berpikir, Tuhan, mengapa orang selalu mengambil keuntungan dari kebaikanku? Tuhan, mengapa aku selalu mendapatkan kerugian? Anak itu, Lot, tidak akan mendapatkan apa pun jika aku tidak memberikan kepadanya.

Mungkin Anda merasa bahwa Anda adalah orang yang selalu memberi. Mungkin Anda adalah orangtua dari seorang anak yang tidak tahu berterima kasih. Mungkin mantan pasangan Anda sedang mengambil keuntungan dari Anda dalam penyelesaian perceraian. Mungkin perusahaan Anda sedang berbicara tentang "perampingan" setelah Anda memberikan kepada mereka tahun-tahun terbaik kehidupan Anda. Mungkin Anda adalah orang yang selalu berjalan satu mil lebih jauh lagi. Anda adalah pembawa damai dalam keluarga. Karena orang mengetahui bahwa Anda baik hati, murah hati dan bersahabat, mereka cenderung mengambil keuntungan dari Anda atau tidak menghargai Anda.

Tetapi Tuhan melihat integritas Anda. Tidak ada yang Anda lakukan yang tidak diperhatikan Tuhan. Ia mencatat semua itu, dan Ia akan memberikan upah kepada Anda pada waktunya yang tepat. Itulah yang Ia lakukan kepada Abraham.

Pada dasarnya, Tuhan memberitahukan Abraham, "Karena engkau telah memperlakukan kerabatmu dengan baik hati, karena engkau berjalan satu mil lebih jauh lagi untuk melakukan apa yang benar, Aku tidak akan memberikan kepadamu bagian kecil negeri itu; Aku akan memberikan kepadamu berkat yang berkelimpahan. Aku akan memberikan kepadamu ribuan dan ribuan hektar; mil demi mil negeri itu. Semua yang dapat engkau lihat akan menjadi milikmu."

Jangan lelah dalam melakukan apa yang baik. Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan Ia melihat tidak hanya apa yang Anda sedang lakukan tetapi juga mengapa Anda melakukannya. Tuhan menghakimi motivasi-motivasi kita sama seperti tindakan-tindakan kita. Dan karena Anda tidak mementingkan diri sendiri, karena Anda memilih untuk memberikan kesempatan kepada orang lain, karena Anda berusaha untuk kebaikan, suatu hari nanti Tuhan akan mengatakan kepada Anda seperti yang Ia katakan kepada Abraham, "Sejauh yang dapat engkau lihat, Aku akan memberikannya kepadamu."

Kadang-kadang jika kita baik kepada orang lain dan kita berjalan satu mil lebih jauh, kita mempunyai kecenderungan untuk berpikir, Aku sedang membiarkan orang menginjak-injakku. Aku sedang membiarkan mereka mengambil keuntungan dariku. Mereka sedang mengambil apa yang menjadi hakku.

Saat itulah Anda harus berkata, "Tak seorang pun yang sedang mengambil apa pun dariku. Aku bebas memberikannya kepada mereka. Aku memberkati mereka dengan sengaja, dengan mengetahui bahwa Tuhan akan membalaskannya kepadaku." Hari ini, carilah suatu kesempatan untuk melakukan sesuatu yang ekstra untuk memberkati seseorang yang tidak layak menerimanya. Tuhan akan menghormati Anda atas sikap Anda.

Kamis, 28 Juli 2011

Fokus Pada Yesus Dalam Segala Hal


Setiap dari kita pasti pernah mengalami suatu problem atau masalah. Bagi Anda yang pernah mengalami disakiti atau difitnah oleh orang yang dekat dengan Anda, tentu Anda akan menghadapi pergumulan antara Anda tetap fokus pada Tuhan atau mulai mengasihani diri, menangis, mengeluh dan kritik.

Untuk Anda ketahui, Tuhan tidak pernah menyelesaikan atau mengangkat setiap masalah yang ada di depan Anda, yang memang harus Anda lalui. Tetapi yang Tuhan lakukan adalah membawa Anda untuk melalui masalah tersebut dengan tangan-Nya dan dengan damai sejahtera-Nya yang diberikan di hatimu. Dan pada waktu Anda bisa melewati itu semua, dengan tetap fokus pada Tuhan, maka Anda akan keluar menjadi orang yang lebih daripada pemenang.

Mazmur 30:6b ... sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.

Mazmur 55:10-17 Bingungkanlah mereka, kacaukanlah percakapan mereka, ya Tuhan, sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan dalam kota! Siang malam mereka mengelilingi kota itu di atas tembok-temboknya, dan di dalamnya ada kemalangan dan bencana; penghancuran ada di tengah-tengahnya, di tanah lapangnya tidak habis-habisnya ada penindasan dan tipu. Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku: kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian. Biarlah maut menyergap mereka, biarlah mereka turun hidup-hidup ke dalam dunia orang mati! Sebab kejahatan ada di kediaman mereka, ya dalam batin mereka. Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku.

Firman Tuhan di atas menggambarkan bagaimana Daud pada waktu dia disakiti, difitnah, dicela oleh orang yang dekat dengan dia, orang kepercayaannya. Doa yang disampaikan Daud kepada Tuhan adalah dia mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Tuhan. Daud mengatakan semua sakit hatinya kepada Tuhan. Tetapi setelah Daud mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Tuhan, dia kembali kepada apa yang harus dia lakukan sesuai dengan firman Tuhan. Dia tidak menangis atau mengeluh, tetapi dia kembali membesarkan Tuhan.

Setiap problem atau masalah yang Anda hadapi pasti mencapai akhirnya. Tuhan menjanjikan bahwa tidak ada problem dari setiap Anda yang tidak ada akhirnya, yang tidak terselesaikan. Sebab Dia adalah Alpha dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Dia yang memulai dan Dia yang mengakhiri. Yesus Kristus telah menjadi teladan di hadapan kita. Dia telah menyelesaikan setiap proses yang harus Dia lewati, Dia telah menyelesaikan tugas yang Bapa-Nya berikan kepada-Nya dalam segala kemegahan pada waktu menghadapi proses penyaliban. Oleh sebab itu, Roh Allah, Roh Yesus Kristus, yang ada di dalam Anda, akan menolong Anda untuk menyelesaikan masalahmu, dengan memberikan pada Anda kekuatan dan damai sejahtera-Nya pada waktu Anda harus melalui masalahmu.

Yohanes 17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

Tuhan memiliki tujuan, rencana atas hidup Anda. Dia akan membawa Anda masuk ke tempat destinasinya Tuhan. Dengan kata lain, di dalam Tuhan selalu ada harapan untuk apapun yang sedang Anda hadapi, Anda lalui. Oleh sebab itu, angkat wajahmu, lihat Penyelamatmu datang dan memberikan jalan keluarnya bagimu. Ini merupakan janjinya Tuhan yang diberikan pada Anda agar hidupmu penuh kemenangan.

Filipi 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Setiap masalah yang Anda hadapi, tidak mungkin dapat diselesaikan dengan kekuatan manusia, sebab kekuatan manusia ada batasnya. Kuncinya hanya satu yaitu percaya pada firman-Nya.

Zakaria 4:6 Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Seringkali kita mengatakan bahwa kita percaya pada Tuhan, percaya pada Yesus, tapi dalam praktek kehidupan sehari-hari, pada waktu kita berada di tengah-tengah masalah, kita mulai menyalahkan orang lain atau lebih mengikuti apa yang ada dalam pikiran kita, apa yang daging kita katakan lebih daripada apa yang firman katakan. Padahal firman Tuhan yang diberikan, diwahyukan pada Anda adalah untuk Anda praktekkan, untuk kemudian Anda melangkah dan Anda akan melihat bahwa firman Tuhan itu benar-benar berkuasa. Dia akan memberikan kemerdekaan bagi Anda, memerdekakan Anda pada waktu Anda mulai melangkah, merdeka untuk mengampuni, merdeka untuk menyembah. Dan Anda baru bisa melihat bahwa firman Tuhan itu benar-benar hidup, pada waktu Tuhan mulai memberikan pewahyuan dari firman-Nya dan Anda mulai mempraktekkan apa yang Tuhan katakan, dengan Anda betul-betul percaya pada firman-Nya. Begitu Anda mulai melangkah untuk percaya, maka Anda akan melihat tangan Tuhan mulai bekerja pada Anda.

Tuhan selalu ingin berbicara pada Anda dan memberikan pertolongan pada Anda tepat pada waktu-Nya. Hati Tuhan begitu penuh dengan belas kasihan bagi jiwa-jiwa dan Tuhan tidak ingin seorang pun yang binasa. Bukti daripada kematian-Nya di kayu salib, memberikan nyawa-Nya kepada kita semua yaitu Dia tidak membiarkan Anda menghadapi problem yang ada di depan Anda seorang diri, Dia membantu Anda untuk menyelesaikan masalahmu. Sebab musuhmu adalah roh-roh jahat di udara, musuhmu adalah setan yang berusaha untuk membuat Anda tersandung. Pada waktu Anda tersandung, Anda akan keluar dari jalurnya Tuhan dan Anda mulai melakukan apa yang Anda inginkan. Anda mulai kecewa kemudian murtad pada Tuhan. Itu yang setan inginkan dari Anda. Ini yang setan lakukan dengan bekerja keras pada setiap orang Kristen. Setan tidak bekerja keras bagi orang-orang yang berdosa, orang-orang yang belum lahir baru, tetapi setan bekerja keras pada setiap kita yang sudah menyatakan diri kita Kristen, dan setan bisa mengirim siapa saja untuk membuat Anda tersandung. Jadi, pada waktu Anda menghadapi setiap masalah, peperangan atau tantangan dalam hidupmu, janganlah Anda menjadikannya batu sandungan untuk Anda murtad pada Tuhan. Tetapi jadikan apa pun masalah yang ada di depan Anda tersebut, untuk Anda mulai mempraktekkan apa yang firman Tuhan katakan.

2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Keselamatan itu tidak terbatas pada Anda yang telah diselamatkan dari dosa, diselamatkan dari hukum maut, hukuman dosa, hukuman neraka, tetapi keselamatan juga mencakup pada pemulihan ekonomi, pemulihan keluarga. Untuk Anda ketahui, adalah rencana Tuhan, kehendak Tuhan untuk Anda menjadi sukses, untuk Anda hidup dalam kelimpahan, hidup dalam kemenangan. Tetapi tidak ada satu pun jalan keluarnya menuju kemenangan, kelimpahan tersebut, kecuali Anda ada di dalam Dia, Anda tetap dalam Firman-Nya.

Matius 7:7 Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Jadi, jika Anda ingin keluar sebagai orang yang lebih daripada pemenang, Anda harus mau melewati prosesnya, melewati pengalaman demi pengalaman bersama dengan Tuhan. Anda bukan lari, sebab jika Anda lari itu berarti Anda tidak menjadi pemenang, Anda akan mendapatkan rute yang sama seperti orang Israel yang berputar-putar di padang gurun, Anda akan berputar terus di hal yang sama. Tetapi pada waktu Anda melewati prosesnya, Anda akan tahu bahwa Anda tidak berjalan sendiri, Tuhan tinggal di dalam Anda menyertai Anda. Dia yang menyertai Anda dan membawa kemenangan bagi Anda. Sebab hanya Dia, satu Pribadi yang tidak pernah melupakan Anda, meninggalkan Anda. Apa pun yang sedang Anda hadapi, dimana pun posisi Anda berada, apakah Anda sudah membuat Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan yang mutlak atas hidup Anda. Pada waktu Anda mengundang Dia, Dia akan memberikan keselamatan itu, Dia akan memberikan jawaban itu, karena jawaban dan harapan hanya ada di dalam Dia. Mungkin Anda sudah bertahun-tahun mendengarkan khotbah, sudah mengucapkan firman, sudah berdoa, tetapi pada waktu Anda berseru lagi pada Tuhan, Tuhan akan datang menjawab. Dan Tuhan selalu datang tepat pada waktunya, Dia tidak pernah terlambat, dan Dia tidak pernah terlalu cepat.

Untuk Anda bisa hidup dalam kekudusan dan kemenangan, Anda membutuhkan Yesus, Anda harus mengalami pengalaman pribadi dengan Tuhan. Anda tidak bisa hanya dengan mendengar kesaksian dari orang. Anda harus mengalami pengalaman bersama Tuhan hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Sebab kehidupan ke-Kristenan bukanlah seminggu sekali, ke-Kristenan adalah 24 jam, setiap hari, setiap jam, setiap detik, setiap menit. Oleh sebab itu, lihat kepada Dia, fokus kepada Dia, sebab pengharapan dan keselamatan hanya ada pada Dia. Amin!

2 Korintus 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Rabu, 09 Februari 2011

Adakah Kita Bersyukur Di Hari-Hari Sulit


Berapa banyak dari hari-hari dalam kehidupan ini, kita dihadapkan pada persoalan-persoalan yang seolah-olah enggan untuk berlalu begitu saja.
Dan tak sedikit masalah tersebut menimbulkan masalah lainnya.
Adakah kita pernah luput dari perasaan kesal dan “pengen marah” saat-saat kita ‘kepepet’ dengan berbagai permasalahan tadi. Belum lagi saat setiap masalah yang ada bukanlah kita yang memulainya.

Sehingga adalah lumrah jika lontaran-lontaran kekesalan memenuhi pikiran, hati dan mulut. Mengeluh, ataupun memasang tampang mengeluh adalah salah satu cara untuk mengekspresikan betapa kita tidak terima terhimpit permasalahan–lagi-lagi permasalahan yang ‘dilimpahkan’ oleh orang lain. Namun pada saat seperti itu, masih ada suara yang berbisik, “Adakah kasih di hatimu? Di mana kau tinggalkan Aku?”
Tapi, sekali lagi, dengan berbagai macam alasan seperti: “Loh, itu kan bukan salahku, itu kan bukan bagianku..kenapa aku yang dipersulit.” atau, “Apa tidak ada yang bisa mengerti kalau aku juga punya masalah?” dan lain sebagainya. Bersungut-sungut pun berlanjut…
Namun suara itu masih saja setia…”Di manakah cahayaKu yang telah kuletakkan di matamu? Di mana cintaKu yang kucurahkan di hati dan mulutmu?”
Dan hati kita pun menjadi berat…berat dengan perasaan malu.
Teringat pada kata Paulus kepada umat di Filipi, “…lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiaga bernoda…” (Filipi 2:14-15a)

Mulut dan hati kita bersukacita saat menaikkan pujian, begitu pula saat pikiran melayang pada kasihNya yang ajaib tiada tara…tapi begitu mudahnya kita menodai kemuliaanNya dengan bersungut-sungut atas tanggung jawab dan permasalahan yang ada. Memang, beberapa kali, kita masih ingat bahwa kita sanggup ini, itu, jago ini, itu…dan kita lupa bahwa sebenarnya kita tidak ada apa-apanya tanpa embel-embel pendidikan, keluarga, status, kekayaan, pekerjaan. Namun, tetap saja kita masih sanggup berdiri tegak dan berkata, “Ya. saat ini saya mau coba menghadapi semuanya–jika perlu: dunia– SENDIRI!”
Dan hasilnya…..?
“Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu” (Yesaya 30:15)
Tapi… “Tetapi kamu enggan, kamu berkata: “BUKAN, KAMI MAU NAIK KUDA DAN LARI CEPAT” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula,”KAMI MAU MENGENDARAI KUDA TANGKAS,”maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi. (Yesaya 30:16)

Ada banyak yang rela jatuh bangun demi menunjukkan pada dunia bahwa
“KAMI SANGGUP DENGAN KEKUATAN SAYA SENDIRI…. INILAH SAYA….(ha..ha..ha)”.
Dan saat jatuh…jatuh lebih dalam lagi.

Padahal hanya ada satu yang berani berjanji seperti ini, “Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28)

Dan janji itu setia.

Saat kita mau dengan rendah hati menyerahkan segala beban kepadaNya, dan mau membiarkan hujan kasihNya membasahi dan membilas hati dan pikiran kita, maka benarlah apa yang telah dikatakanNya, “…karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. “(Matius 11:29)

Tidak perlu ngoyo…tidak perlu stress dan migrain segala. Sebab segala permasalahan menjadi hadiah yang begitu indah dariNya, saat kita merasakan betapa lemah lembut kasihNya dan betapa rendah hati diriNya…Dan yang kita rasakan hanya bahagia, haru dan sukacita… saat itu, segala permasalahan musnah…dan jalan keluar terbentang di muka sana, sebab Dia tidak pernah membiarkan semua pintu dan jendela tertutup bagi yang percaya kepadaNya.

Saat itu, adakah kita tersadar, dengan melepaskan segala kepunyaan kita, segala kedudukan dan keilmuan kita…Kita hanyalah sasaran dari curahan kasih Yesus yang paling besar, dan itu adalah hal yang akan membuat mulut,hati dan pikiran kita bersukacita saat permasalahan menghimpit…

“Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan”
(Matius 11:30)

Kamis, 07 Oktober 2010

Air Mata Wanita


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya.
“Ibu, mengapa Ibu menangis?”.
ibunya menjawab, “Sebab, aku wanita.”
“Aku tak mengerti,” kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
“Nak, kamu memang tak akan mengerti….” Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya.
“Ayah, mengapa Ibu menangis?.
Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?
Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan.
“Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan
“Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu….Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.Wanita, kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih,walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang , untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankan tulang rusuk-lah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa, suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi. Dan, akhirnya, kuberikan ia airmata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata ini adalah airmata kehidupan.”

Rabu, 02 Juni 2010

Pelukan Kasih Tuhan Yesus


Ada seorang pengembara yang sangat ingin melihat pemandangan yang ada di balik suatu gunung yang amat tinggi. Maka disiapkanlah segala peralatannya dan berangkatlah ia. Karena begitu beratnya medan yang harus dia tempuh, segala perbekalan dan perlengkapannya pun habis. Akan tetapi, karena begitu besar keinginannya untuk melihat pemandangan yang ada di balik gunung itu, ia terus melanjutkan perjalannya. Sampai suatu ketika, ia menjumpai semak belukar yang sangat lebat dan penuh duri. Tidak ada jalan lain selain ia harus melewati semak belukar itu.

Pikir pengembara itu “Wah, jika aku harus melewati semak ini, maka kulitku pasti akan robek dan penuh luka. Tapi aku harus melanjutkan perjal anan ini.”

Maka pengembara itupun mengambil ancang-ancang dan ia menerobos semak itu.

Ajaib, pengembara itu tidak mengalami luka goresan sedikitpun. Dengan penuh sukacita, ia kemudian melanjutkan perjalanan dan berkata dalam hati “Betapa hebatnya aku.

Semak belukarpun tak mampu menghalangi aku.”

Selama hampir 1 jam lamanya ia berjalan, tampaklah di hadapannya kerikil-kerikil tajam berserakan. Dan tak ada jalan lain selain dia harus melewati jalan itu. Pikir pengembara itu untuk kedua kalinya “Jika aku melewati kerikil ini, kakiku pasti akan berdarah dan terluka.

Tapi aku tetap harus melewatinya.”

Maka dengan segenap tekadnya, pengembara itu berjalan. Ajaib, ia tak mengalami luka tusukkan kerikil itu sedikitpun dan tampak kakinya dalam keadaan baik-baik saja.

Sekali lagi ia berkata dalam hati : “Betapa hebatnya aku. Kerikil tajampun tak mampu menghalangi jalanku.”

Pengembara itupun kembali melanjutkan perjalanannya. Saat hampir sampai di puncak gunung itu, ia kembali menjumpai rintangan. Batu-batu besar dan licin menghalangi jalannya, dan tak ada jalan lain selain dia harus melewatinya. Pikir pengembara itu untuk yang ketiga kalinya : “Jika aku harus mendaki batu-batu ini, aku pasti akan tergelincir dan tangan serta kakiku akan patah. Tapi aku ingin sampai di puncak itu. Aku harus melewatinya.”

Maka pengembara itupun mulai mendaki batu itu dan ia…tergelincir. Aneh, setelah bangkit, pengembara itu tidak merasakan sakit di tubuhnya dan tak ada satupun tulangnya yang patah.

“Betapa hebatnya aku. Batu-batu terjal inipun tidak dapat menghalangi jalanku.”

Maka, iapun melanjutkan perjalanan dan sampailah ia di puncak gunung itu. Betapa sukacitanya ia melihat pemandangan yang sungguh indah dan tak pernah ia melihat yang seindah ini. Akan tetapi, saat pengembara itu membalikkan badannya, tampaklah di hadapannya sosok manusia yang penuh luka sedang duduk memandanginya.

Tubuhnya penuh luka goresan dan kakinya penuh luka tusukan dan darah. Ia tak dapat menggerakkan seluruh tubuhnya karena patah dan remuk tulangnya.

Berkatalah pengembara itu dengan penuh iba pada sosok penuh luka itu : “Mengapa tubuhmu penuh luka seperti itu? Apakah karena segala rintangan yang ada tadi? Tidak bisakah engkau sehebat aku karena aku bisa melewatinya tanpa luka sedikitpun? Siapakah engkau sebenarnya?”

Jawab sosok penuh luka itu dengan tatapan penuh kasih : “Aku adalah Tuhanmu. Betapa hatiKu tak mampu menolak untuk menyertaimu dalam perjalanan ini, mengingat betapa inginnya engkau melihat keindahan ini. Ketahuilah, saat engkau harus melewati semak belukar itu, Aku memelukmu erat supaya tak satupun duri merobek kulitmu. Saat kau harus melewati kerikil tajam, maka Aku menggendongmu supaya kakimu tidak tertusuk. Ketika kau memanjat batu licin dan terjatuh, Aku menopangmu dari bawah agar tak satupun tulangmu patah. Ingatkah engkau kembali padaKU?”

Pengembara itupun terduduk dan menangis tersedu-sedu.

Untuk kedua kalinya, Tuhan harus menumpahkan darahNya untuk suatu kebahagiaan.

Kadang, kita lupa bahwa Tuhan selalu menyertai & melindungi kita.

Kita lebih mudah ingat betapa hebatnya diri kita yang mampu melampaui segala rintangan tanpa menyadari bahwa Tuhan bekerja di sana. Dan sekali lagi, Tuhan harus berkorban untuk keselamatan kita. Maka, seperti Tuhan yang tak mampu menolak untuk menyertai anakNya, dapatkah kita juga tak mampu menolak segala kasihNya dalam perjalanan hidup kita dan membiarkan tanganNya bekerja dalam hidup kita?