Senin, 24 Oktober 2011

Lepas Dari Rasa Kesepian


"Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat."(Yesaya 55: 1-2)

Setiap manusia pasti pernah mengalami kesepian. Entah dia mempunyai kepribadian yang supel atau riang sekali pun pasti ia pernah mengalami rasa kesepian. Bahkan Tuhan Yesus pun dalam masa akhir tugasnya di bumi sempat merasakan kesepian yang mendalam ketika Dia menanggung dosa manusia di atas kayu salib.

Banyak dari kita yang menyangka bahwa kesepian adalah sama dengan kesunyian, perasaan sendiri atau merana. Namun, sebenarnya kesepian adalah suatu perasaan terasing dan terisolasi, ketika seseorang merasa tidak diinginkan, tidak dibutuhkan, dan tidak penting.
Seperti yang digambarkan dalam sebuah komik, seolah-olah dengan suka rela Anda mau menjadi sebuah polisi tidur! Tidak peduli berapa banyaknya orang yang kesepian tersenyum atau memberi tahu Anda bahwa mereka merasa baik-baik saja, tetapi dalam hatinya mereka terluka.

Orang-orang kesepian sama seperti orang-orang kurang sehat. Mereka menjauh apabila berhadapan dengan orang-orang yang menikmati hidup. Mereka merasa tidak nyaman berada di lingkungan yang begitu ramai dan memperlihatkan hal-hal yang bertolak belakang dengan apa yang menjadi keadaan mereka.

Banyak orang yang memberi makan jiwa mereka dengan hal-hal yang kurang berarti. Mereka menghabiskan uang untuk sesuatu yang bukan roti dan bersusah payah untuk sesuatu yang tidak memuaskan. Tuhan menawarkan mereka sesuatu yang berharga, sesuatu yang memuaskan dan menyuburkan jiwa, dan ia menawarkannya "tanpa uang pembeli dan bayaran" (Yesaya 55:1). Itu adalah kasih karunia Tuhan yang begitu besar dan tidak terbatas.

Orang-orang masa kini berpendapat bahwa jika seseorang memiliki pekerjaan, uang, dan makanan, maka orang tersebut akan dipuaskan. Akan tetapi, Yesaya mengatakan, "Kamu membelanjakan uangmu, tetapi kamu tidak membeli roti. Kamu bekerja keras, tetapi pekerjaanmu tidak membuatmu puas. Ya, kamu memberi makan tubuh dan kantongmu, tetapi jiwamu sedang kelaparan dan kekurangan. Kamu sedang menggantungkan pada hal-hal yang kurang berarti!"

Kesepian adalah kekurangan gizi pada jiwa akibat hidup dengan hal-hal yang tidak berarti. Namun, yang menyedihkan ketika Tuhan menawarkan sesuatu yang lebih bagus, orang-orang kesepian ini memilih yang lainnya. Mereka puas dengan hiburan saat Tuhan menawarkan sukacita kepada mereka. mereka puas dengan minum obat tidur saat Tuhan menawarkan kedamaian pada mereka. mereka puas dengan memainkan peranan di dalam masyarakat saat Tuhan ingin menjadikan mereka sebagai anak-anakNya yang unik.

Penyebab Kesepian

Setidaknya ada penyebab pokok mengapa seseorang hari-hari ini menjadi begitu kesepian? Pertama adalah Penyebab Sosial. Mobilitas kehidupan modern menyebabkan banyak orang tidak bertumbuh dengan baik dalam hal kerohanian. Mereka memiliki banyak kenalan, tetapi jarang memiliki persahabatan yang dalam dan tahan lama.

Mengapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah karena adanya persaingan hidup. Suka atau tidak suka, manusia saat ini begitu sibuk mencapai dan menomorsatukan kesuksesan. Kompetisi hidup tersebut mendorong orang lain menjauhi orang lainnya, bukannya menarik mereka mendekati orang tersebut.

Sebagian orang merasa kesepian karena takut bahaya yang sesungguhnya muncul baik di kota besar maupun kota kecil. Orang-orang yang sudah lanjut usia takut diserang penyakit. Orang-orang yang tinggal di perumahan memasang kunci dobel bahkan tripel di pintu mereka. Mereka takut berbicara dengan orang asing, dan dalam hal ini mereka tidak dapat disalahkan. Selain kedua hal yang disebutkan tadi, masih ada berbagai penyebab sosial dari kesepian tetapi kedua hal yang dibahas tadi bisa melukiskan bagaimana kehidupan sosial menjadi penyebab dari kesepian.

Penyebab kedua adalah Penyebab Psikologis. Harus diakui interaksi antar manusia membawa dampak yang kurang baik juga terhadap individu yang berinteraksi tersebut. Penolakan, diremehkan orang lain, perasaan bersalah adalah tiga dari banyak hal penyebab psikologis yang dapat menjadikan seseorang begitu kesepian.

Hal-hal psikologis seorang yang kesepian adalah hal-hal yang tersulit untuk disembuhkan atau dipulihkan dari orang itu. Karena itu biasanya agar orang bisa terlepas total dari perasaan kesepiannya, penyebab psikologis ini haruslah ditanggulangi.

Penyebab terakhir dari kesepian adalah penyebab rohani. Kehidupan seseorang di dunia ini hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan rohani yang ia jalani. Sebagai orang percaya, kita mengerti bahwa hubungan Anda dengan Tuhan akan sangat mempengaruhi hubungan kita dengan orang-orang di sekeliling kita. Ketika kita meninggalkan Tuhan, dengan sengaja, sebenarnya kita membuka jalan masuk bagi kesepian.

Obat bagi Kesepian

Adakah obat bagi kesepian? Ada. Kita tidak dapat dengan mudah mengubah masyarakat dan memaksa orang lain untuk berubah. Harus diri kita yang dahulu berubah, yakni dengan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Ia dapat memperbaiki hubungan yang hancur dengan Tuhan, diri kita sendiri, ciptaan lainnya dan dengan orang lain. Hanya Yesus Kristus yang mampu membersihkan kita dari rasa bersalah akibat dosa dan membersihkan kita dari rasa bersalah akibat dosa dan memberi kita masa depan yang menyenangkan.

Yesus Krisus adalah satu-satunya yang dapat memberi Anda hidup kekal dan berkelimpahan. Itulah sebabnya ia datang dan hidup di dunia, mati dan hari ini hidup sebagai Juru Selamat, Tuhan, dan sahabat Anda. Dia lah obat kesepian yang harus Anda "minum" saat ini.

Apakah Anda kesepian saat ini? Apakah Anda sudah mencoba berbagai macam cara, kecuali 1 yaitu berdoa dan menyerahkan kekosongan Anda kepada Tuhan?

Tidak ada komentar: